Asal Omong, Ya?!

Yang bener, nih?

Puting beliung

leave a comment »

Untung, puting beliung saja!

Angin di kala kecil jadi sahabat, semilirnya menghalau hawa panas berangsur sejuk. Tetapi kalau hembusan angin semakin besar dan kencang apalagi membentuk pusaran malah jadi menakutkan. Panik? Jangan, namun tetap perlu waspada.
===

Belum lama ini beberapa daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Pacitan, juga beberapa tempat di Sumatra diporak-porandakan angin puting beliung, tak ketinggalan Cileduk dan Kerawang. Meskipun nyaris tak menelan korban jiwa, tetap membikin mengkerut nyali juga. Ditambah membaca berita di koran dan menonton di televisi kalau badai tropis juga terjadi di negara lain. Jangan-jangan itu badai mampir ke sini mengunjungi puting beliung saudaranya.

Menurut Drs. Achmad Zakir, AhMG, dari Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik, Badan Meteorologi dan Geofisika di Jakarta, Indonesia tergolong aman dan tidak dilampau badai tropis. Sebab Indonesia berada di lintang 11◦LU- 6◦ LS (daerah ekuator) bukan daerah lintasan badai tropis. Badai tropis bergerak menuju lintang tinggi (menjauhi ekuator) “Setiap badai tropis bergerak di lintasannya masing-masing. Badai yang terbentuk di sebelah Utara ekuator akan bergerak ke arah Barat atau Barat Laut. Dan, badai yang terbentuk di sebelah Selatan ekuator akan bergerak ke arah Barat atau Barat Daya,” jelasnya. Duh, syukur,… aman kalau begitu.

Badai tropis merupakan pusaran angin kencang dengan diameter sampai dengan 200km/jam, dengan kecepatan lebih dari 200km/jam serta mempunyai lintasan sejauh 1000 km. Setiap tahunnya badai tropis ini tumbuh di atas perairan luas di setiap samudera yang ada di permukaan bumi. Ia bisa tumbuh ketika suhu permukaan laut berada di atas 27 oC dan bisa dideteksi kemungkinan tumbuhnya sejak tiga hari sebelumnya. Seperti judul lagu almarhum Chrisye, Badai pasti berlalu, karena terhalang oleh faktor kekasaran permukaan bumi dan kehilangan sumber kelembabannya, terpaan badai tropis akan melemah ketika masuk ke daratan.

Walaupun ada badai tropis di dekat perairan Indonesia misalnya, pada saat musim hujan, badai tropis tumbuh di sekitar perairan Laut Timor, atau teluk Carpentaria dan bergerak ke arah Barat atau Barat Daya, daerah yang dipengaruhi adalah NTT, NTB, Jawa, Bali dan Sumatera Selatan. Pengaruh atau efek tidak langsung dari badai itu yakni cuaca buruk (angin kencang, gelombang laut tinggi, dan hujan di daerah yang dekat dengan tumbuhnya badai) yang terjadi pada saat sebelum badai tropis tumbuh. Namun, badai tropis tidak selamanya membentuk cuaca buruk di Indonesia, bisa saja tidak terjadi apa-apa tergantung sirkulasi udara yang terjadi di Indonesia. Indonesia bisa dibilang aman-aman saja walaupun tetangga sebelah dihembus badai tropis.

Puting beliung

Tidak ada badai tropis, Indonesia punya tornado atau angin puting beliung. Angin puting beliung ini tidak sama dengan badai tropis yang kerap kita tonton di televisi yang terjadi di negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang, China, Philipina dan negara lainnya. Puting beliung sangat lokal, bergerak secara garis lurus dan waktunya singkat sekitar 3 menit dan tiba-tiba.

Dari penjelasan Achmad Zakir, badai atau tornado yang terjadi di Indonesia skalanya tergolong kecil, yakni pada skala F0 dan F1(pada skala Fujita, Jepang, lihat inbok). Pada skala F0 dan F1 ini badai yang dibilang kecil ini dikenal sebagai angin puting beliung, angin topan, angin puyuh, angin ribut atau angin lesus yang daya rusaknya tergolong ringan.

Angin puting beliung adalah angin kecang, tetapi tidak semua angin kencang itu puting beliung. Tergantung kecepatan angin yang menyertainya. Kejadiannya tergolong singkat antara 3-5 menit atau sampai 10 menit tetapi jarang. Setelah itu diikuti angin kencang yang berangsur-angsur melemah kecepatannya. Angin kencang ini bisa berlangsung lebih dari 30 menit bahkan bisa lebih dari satu hari. Kecepatannya berkisar antara 20-30 knot. Kecepatan angin puting beliung sendiri dapat mencapai 40-50 km/jam.

Puting beliung biasanya terjadi pada saat peralihan musim atau pancaroba. Bisa juga terjadi di saat musim hujan yang hujannya masih banyak terjadi pada siang atau malam hari. Munculnya puting beliung bisa diperkirakan sekitar selepas pukul 13.00-17.00 namun bisa saja pada waktu malam hari. Ia tidak datang tiba-tiba begitu saja, berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (awan cumulo nimbus/CB) yang dekat dengan permukaan bumi. Jenis awan berlapis-lapis berbentuk seperti bunga kol ini menjulang sampai ketinggian 30.000 feet lebih. Dapat juga berasal dari multi sel awan, dan pertumbuhannya secara vertikal dengan luas area horisontalnya sekitar 3-5 km. Karena terbentuk dari awan CB yang sifat tumbuhnya tergantung dari intensitas konvektif yang sulit diperkirakan, maka tidak ada angin puting beliung susulan. Puting beliung sifatnya lokal dan tidak merata, jangkauannya kurang dari 10 km.

Puting beliung sulit diprediksi, namun tanda-tandanya dapat diketahui di luar rumah. Biasanya puting beliung terjadi pada tanah lapang yang vegatasinya kurang, jarang di daerah perbukitan atau hutan yang lebat. Tanda-tanda kehadiran puting beliung, satu hari sebelumnya udara pada malam hingga pagi hari terasa panas atau pengap. Sekitar pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan cumulus (awan belapis-lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya yang tampak sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Tahap berikutnya, awan tersebut akan berubah warna dengan cepat menjadi hitam gelap. Perhatikan pepohonan sekitar tempat kita berdiri. Jika ada dahan atau ranting yang sudah bergoyang cepat, maka hujan dan angin kencang sudah akan datang. Di kulit terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Biasanya hujan yang turun adalah hujan yang tiba-tiba deras. Kalau hanya gerimis, kejadian angin kencang jauh dari tempat kita berdiri. Jika terdengar sambaran petir yang cukup keras, ada kemungkinan terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim penghujan, ada kemungkinan hujan deras pertama kali akan turun diikuti angin kencang yang masuk kategori puting beliung maupun tidak. Atau biasanya pada pagi hari cerah dan berawan, maka sorenya berpeluang angin kencang atau puting beliung.

Dari hasil pemantauan Achmad Zakir, frekuensi kejadian puting beliung di Indonesia sepanjang tahun 2006, untuk Jawa dan Sumatra sering terjadi pada bulan November. Yakni pada saat memasuki musim penghujan dan di bulan Maret pada saat memasuki musim kemarau. Kejadiannya lebih sering pada siang atau sore hari.

Untuk antisipasi agar tak terhempas angin puting beliung, disarankan
Apabila melihat awan yang tiba-tiba gelap, semula cerah sebaiknya tidak mendekati daerah awan gelap tersebut. Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi kejadian, karena puting beliung terjadi sangat cepat dan singkat.

Panik? Jangan, namun tetap perlu waspada.
Untung, Indonesia hanya puting beliung saja, kok!

inbok

Tornado adalah suatu kolom udara yang berputar dengan kencang. Timbul dari awan cumuliform atau dari bagian bawah awan cumuliform. Dan, sering atau tidak selalu tampak seperti funnel cloud (cerobong). Sebagian besar tornado yang merusak dan mematikan disebabkan oleh supersel, yaitu badai guntur yang berputar dengan sirkulasi yang teratur yang disebut mesosiklon.

Berikut ini skala kerusakan yang diakibatkan tornado.

Skala kerusakan Tornado menurut Fujita Jepang
Skala Perkiraan kecepatan angin (Mph) Tipe kerusakan
F0 Perbedaan badai tropis bernama dan puting beliung

Kita pernah dengar, beberapa badai tropis punya nama seperti Rita, Andrew, sampai Durian di Filipina. Tak semua angin kencang bisa digolongkan badai dan diberi nama. Yang pantas disebut badai jika kecepatannya lebih dari 34 knot(63km/jam) kemudian diberinama oleh negara yang diberi tanggung jawab oleh Badan Meteorologi Dunia. Untuk wilayah Indonesia yang berwenang memberi nama adalah Australia. Indonesia boleh memberi nama badai setelah diberi tanggungjawab di awal tahun 2008 khusus badai yang terjadi pada lintang 0-10 derajat LS, dan 90-120 Bujur Timur.

Kriteria Badai tropis Puting beliung/Gusty/Squall
Daerah tumbuhnya Selalu di laut, di atas lintang 10 derajat LU/LS Sering di darat,di laut namanya water spot
Periode ulang Selatan ekuator Indonesia (Desember-April)
Utara ekuator Indonesia (Mei-November) Tidak tentu. Lebih sering di musim transisi, bisa juga pada musim penghujan.

Tidak mempunyai siklus dan tidak ada angin puting beliung susulan
Arah gerakan Menjauhi lintang Indonesia dan tidak mungkin melintasi kepulauan Indonesia Tergantung arah gerakan angin atau gerakan awan cumulus nimbus (CB)
Proses terjadinya Perbedaan tekanan dalam skala yang luas Hanya dari awan CB bukan pergerakan angin monsun
Deteksi 3 hari sebelumnya Terdeteksi 0,5-1 jam sebelumnya
Waktu terjadinya Tidak tentu, bisa siang, malam, atau pagi Lebih sering siang atau sore hari
Kecepatan angin Minimum 35 knot(63 km/jam), bisa lebih dari 90 knot 30-40 knot, durasi sangat singkat
Lamanya 1-3 hari Maksimum 5 menit
Sifat Kerusakan hebat Hanya atap rumah dan tiang atau pohon yang tinggi rimbun dan rapuh tumbang
Luas daerah yang rusak 200 km 5-10 km

Powered by ScribeFire.

Written by wijoseno

June 7, 2007 at 5:58 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: