Asal Omong, Ya?!

Yang bener, nih?

Ngeblog

leave a comment »

Membuka Catatan Harian Blogger
Oleh: A. Bimo Wijoseno

Penulis: A. Bimo Wijoseno

Meski bersifat pribadi, ungkapan perasaan kini bisa diumbar di internet. Melalui halaman blog, catatan harian pun kini bisa dijual. Tak harus menjadi Soe Hok Gie untuk itu. Cukup menjadi blogger saja.
=====
Dear Diary ….
Sudah berapa lama Anda tidak menuliskan kata-kata seperti itu di buku tebal bergembok yang hanya kita sendiri yang tahu tempat persembunyiannya. Kebiasaan menulis sesuatu di buku catatan harian diyakini memiliki banyak keuntungan. Sayangnya, banyak yang kemudian meninggalkan kebiasaan ini begitu menginjak dewasa dan kemudian lupa saat sudah berkeluarga.
Nah, bagaimana kalau kebiasaan lama itu kita bangkitkan lagi? Zaman berganti, maka medianya pun berganti. Tak perlu lagi membeli buku khusus diary bergembok. Cukup duduk di depan komputer yang tersambung ke internet dan mulailah menulis unek-unek atau isi pikiran Anda di sana. Catatan harian Anda pun tak perlu dikunci dan disimpan di tempat tersembunyi. Justru sekarang saatnya membiarkan orang lain tahu isi hati Anda.
Selamat datang di dunia blog!

Semua bisa dan gratis
Blog (lengkapnya weblog, yang dieja menjadi web log) merupakan publikasi berbasis web yang berisi – biasanya – artikel-artikel periodik. Kebanyakan blog diperbarui secara manual. Dari sinilah kemudian muncul istilah blogger dan blogging. Artikel yang dimasukkan ke halaman web tadi tidak melulu curahan hati kita. Bisa foto, jurnal, atau apa saja tergantung minat kita.
Sekarang ini, blog amat populer di kalangan anak muda yang akrab dengan internet. Bahkan bukan anak muda lagi yang suka, orang dewasa pun ketularan ngeblog. Salah satu contohnya adalah bekas Raja Kamboja, Norodom Sihanouk, yang situs pribadinya bisa dikunjungi di norodomsihanouk.info/index.html.
Popularitas blog memang dapat disejajarkan dengan email account di tahun 1990-an. Hal itu tak lepas dari kemudahannya dan gratis! Cukup mengisi form yang ada di situs seperti blogger.com, tblog.com, blogdrive.com, dan mulitply.com; lalu ikuti langkah-langkah yang diberikan.
Pada awal kemunculannya, bikin blog memang masih rumit. Hanya kalangan tertentu yang berkecimpung dalam dunia rancang situs atau sudah lama bergaul dengan dunia internet yang mengerti. Maklum, untuk membuatnya harus tahu program komputer, salah satunya Visual Basic. Adalah Marc Andersen orang yang pertama kali membuat blog pada 1993. Judulnya What’s New, berisi hal apa saja yang terbaru dalam jurnal hariannya. Tahun 1999 blogger.com membuat gebrakan dengan memudahkan cara ngeblog dan gratis!
Maka, berbondong-bondonglah orang membuat blog. Isinya pun beraneka ragam. Dalam situsnya yang berbahasa Prancis, Norodom Sihanouk bercerita mulai dari gay hingga politik. Dari kalangan awam seperti pasangan Retma dan Wiko Haripahargio yang tinggal di Jakarta, blog menjadi sarana pendokumentasian buat anak mereka. “Selain itu agar tetap bisa berhubungan lewat internet dengan sanak saudara lain yang tinggal di luar negeri,” ujar Retma. Menurut Retma, blog sangat lengkap, simpel, dan lebih meriah ketimbang e-mail.
Blog pun berkembang seperti sebuah kompleks perumahan virtual. Kita bisa berkunjung ke blog milik orang lain. Mau ngobrol, berbagi cerita dan pengalaman soal mengasuh anak, atau mengintip resep keluarga “tetangga”. Tak perlu mencet bel dan jam tamu khusus. Mau datang pukul 01.00 pun pintu tetap terbuka.
Namun hati-hati lo. “Suami temanku yang juga ngeblog ada yang ketahuan selingkuh dengan sesama blogger. Ya, ketahuanlah. Blog ‘kan saling berhubungan,” ujar Retma sembari tertawa.

Dari kanker ke kampanye
Di samping mengasah kemampuan orang dalam menulis, blog memiliki banyak manfaat. David, warga Nashville Tennessee, Amerika Serikat, menuliskan hari-hari yang dilalui bersama kanker yang bersarang di selangkangannya. Lelaki berusia 27 tahun ini mulai menuliskan blog-nya hari Senin 16 Juni 2003 di cancerblog.blogspot.com.
Pengobatan demi pengobatan seperti kemoterapi dan CT Scan dijalaninya. Ia pun bercerita tentang keputusasaannya akibat menenggak obat kemo Temodar. Efek dari obat itu adalah muntah-muntah, diare, letih, hingga tubuhnya kebas dan tidak berasa apa-apa. Banyak pembaca blog-nya yang bersimpati, hal yang membuat David semakin berusaha untuk sembuh dan bertahan.
Namun, kondisinya semakin memburuk dan kankernya menjalar sampai stadium IV. Di sela-sela perjuangannya melawan rasa sakit ia masih menulis apa yang dirasakannya. Sampai akhirnya ia tidak bisa menulis lagi pada Selasa 27 April 2004. Beberapa minggu kemudian, tepatnya 12 Mei 2004 pukul 22.40, David meninggal dunia setelah berjuang selama sembilan tahun melawan kanker yang menderanya. “He was a man of great courage and strength and we will miss him,” begitu Richard, kakaknya, menuliskan sebagian kata-katanya dalam blog David.
Jika blog David bercerita tentang masa-masa suramnya, blog pasangan muda Astri dan Hendra Nugraha bertutur tentang kegembiraan atas kelahiran anak pertama mereka, Deeja. Awalnya, blog yang beralamat di keluarganugraha.net/blog/ itu hanya untuk membuat dokumentasi kelahiran Deeja.
Bermula di tahun 2004 saat Astri dinyatakan positif hamil. Lantas muncul ide untuk membuat dokumentasinya. Mereka rekam terus perkembangan janin per minggu. Dokumentasinya lumayan lengkap sampai lahirnya si jabang bayi, termasuk cerita tentang keseharian, juga perasaan mereka menyambut sang bayi. Uniknya, baru beberapa bulan situs keluarga ini berjalan, mereka baru ngeh namanya blog. Mereka menganggapnya selama ini hanya situs pribadi saja.
Dari khasanah politik, blog didayagunakan oleh politikus Tom Watson dari Partai Buruh Inggris. Dengan blog ia menyampaikan ide-idenya dan program-program partai. Harapannya, banyak suara tertangguk ke kubunya saat pemilu tahun 2004.
Kampanye serupa terjadi setelah peristiwa 11 September 2001. Seperti yang terekam di Majalah Forbes, begitu banyak bermunculan blog yang mendukung Amerika Serikat dalam menumpas teroris. Dukungan serupa melalui blog mengalir ke pangkuan AS ketika tahun 2002 menginvasi Irak untuk menggulingkan Saddam Husein.

Dipilah dan dipilih
Jika kemudian tulisan-tulisan kita di blog layak terbit dan ada yang mau menerbitkan, apa salahnya? Itulah yang dialami Raditya Dika, mahasiswa Indonesia yang masih kuliah di Adelaide, Australia. Adalah Gagas Media yang memindahkan secara utuh blog Raditya di kambingjantan.com dalam sebuah buku dengan judul sama.
Gaya humor yang disampaikan Dika dalam mengungkapkan isi hati dan pengalamannya selama dua tahun kuliah di Adelaide menjadikannya enak dibaca. Bahkan dalam kesialan pun ia sempat ngocol. Lihat saja pada halaman 222, ketika ia sendirian terjebak di dalam lift apartemennya yang kerap ngadat. Karena lama, ia tak kuasa menahan kentut. Akibatnya, ia hampir pingsan menghirup gas dari “kutub selatan” itu. Beruntung tak lama kemudian liftnya berfungsi kembali dan bisa bernapas lega.
Dika membukukan blog-nya ini karena dukungan para pembaca blog-nya. Awalnya, ia ragu karena sama sekali belum pernah menerbitkan buku. Berbekal predikat Best Indonesian Blog Award 2003, ia ajukan tulisan yang ada di blog-nya itu. Blog Award itu penghargaan yang diberikan oleh pembaca blog yang dilakukan lewat jajak pendapat. Jadi, blog bisa menjadi pintu pertama buat mereka yang ingin membuat novel atau buku sebelum diterbitkan. Sebelum jadi buku, sudah terbit dulu di internet dan tahu bagaimana sambutan pembacanya.
Namun, meskipun telah membukukan blog-nya, saat ini Dika malah merasa bosan untuk ngeblog. Kambing jantan pun saat ini sedang off untuk waktu yang tidak ditentukan. “Sekarang saya tidak merasakan menulis untuk diri saya sendiri,” akunya. Pernah ia menulis apa adanya, para pembaca kecewa karena tidak lucu. “Sekarang trennya blog ramai dikunjungi orang dan komersial,” keluh Dika. Menurut dia, ngeblog bertujuan untuk kepuasan batin diri sendiri dan orang lain yang membacanya. Jujur dan tidak direkayasa. “Itu yang membedakan seorang penulis dan seorang blogger,” tandasnya.
Karena itu, Astri mengisi blog-nya tidak melulu soal perkembangan Deeja, anaknya. Perancang grafis lepasan ini menuliskan pula resep koleksi miliknya. Dari resep koleksi ini bertambahlah kenalannya. Astri pun saling bertukar resep dengan keluarga lain. Bahkan ia mengail rezeki dari blog-nya, karena ia mempromosikan kebisaannya memasak kue dan tumpeng. Dengan pengunjung yang rata-rata 720 orang per hari, satu-dua pesanan kue pun tentu didapat.
Menurut Astri, tidak semua pengalaman harus ditulis.
“Mesti dipilah-pilah dan dipilih-pilih. Juga tidak semua kejadian diceritakan. Apalagi masalah pribadi,” katanya. Dalam blog-nya, Astri menulis hal-hal yang sekiranya bermanfaat buat orang lain. Ia memang lebih sering mengisi keluarganugraha.net ketimbang suaminya. “Tetapi dia juga andil memasukkan foto-foto dan beberapa pengalamannya lo,” ucap Astri.
Pada akhirnya saling berbagi adalah inti dari ngeblog. Syukur ada yang terbantu seperti Retma yang kini bisa memasak. “Tadinya aku enggak bisa masak lo,” ujarnya buka rahasia. Kalau sudah begini, apa salahnya ngeblog?

Powered by ScribeFire.

Written by wijoseno

August 2, 2007 at 7:22 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: