Asal Omong, Ya?!

Yang bener, nih?

Robot untuk lansia dan Parasailing Cargo

leave a comment »

Panil Januari 2008

Robot untuk lansia
Merawat lansia bukanlah hal yang mudah. Bagi yang sudah berpengalaman mengatakan, repotnya merawat lansia hampir sama seperti merawat bayi bahkan jauh lebih repot. Karena lansia lebih banyak keinginannya. Sehingga tidak banyak orang yang mampu dan mau menjadi perawat lansia. Meskipun gajinya besar.
Kesulitan akan kebutuhan perawat lansia kini sudah ada solusinya. Ilmuwan Jepang, Prof. Shigeki Sugano dari fakultas mechanical engineering di Universitas Waseda, di Tokyo, telah membangun sebuah robot yang mampu menolong seseorang bangun dari tempat tidur dan mengantar sarapan.
Twendy nama robot ini. Setinggi kurang lebih 1,5 meter, memiliki tangan dan jari yang lembut seperti manusia. Robot seperti manusia atau humanoid ini mampu menggendong seseorang dalam posisi duduk atau berdiri. Kelebihan lain robot ini, ia mampu merespon sentuhan manusia dengan halus tidak kaku seperti robot biasanya. Sentuhannya, halus seperti manusia.
Twendy bisa memecah sepotong roti tanpa meremukkannya. Sehingga ia juga mampu melakukan pekerjaan rumah tangga yang sifatnya halus. “Twendy diciptakan untuk mengantisipasi lonjakan generasi lansia di negeri kami. Ketangguhan dan kelembutannya dibutuhkan untuk para lansia,” ujar Shigeki. Robot yang memang dirancang khusus untuk para lansia ini nantinya akan mulai dipasarkan tahun 2015.
Sebelum jadi lansia bisa pesan Twendy, satu atau dua nih…
Foto: http://www.ananova.com/news/story/sm_2616751.html

bimo/ananova.com

Kapal cargo parasailing

Parasailing yang biasanya untuk hiburan para turis seperti yang ada di pantai Kuta, Bali akan naik derajatnya. Tak sekedar untuk senang-senang, menikmati indahnya pemandangan pantai dari ketinggian.

Sebuah perusahaan kapal cargo komersial bernama Belluga Group, di Bremen, Jerman telah mendisain parasailing besar yang dapat menggerakkan kapal cargonya. Membuat perjalanan pelayaran menjadi lebih bersih dan hemat energi.

Memang menggunakan tenaga angin di dunia pelayaran bukan hal yang baru dan sudah ada sejak 4000 tahun sebelum masehi. Bedanya adalah pada teknologi modern yang digunakan saat ini. Untuk mengoperasikan parasailing ini, kapten kapal menaikkan tiang teleskopik (seperti antena radio tape) dulu untuk menerbangkannya. Kurang lebih 20 menit layarnya mulai terkembang sempurna dan cukup ketinggiannya. Selanjutnya untuk menyetir parasailing ini diatur secara komputer. Prosesnya sama seperti menyetir paraglider atau parasut. Dari hasil 27 kali percobaan, untuk layar selebar 80 meter persegi dapat menarik beban 7 ton dengan kecepatan angin 25 mil per jam. Paling tidak bisa menghemat bahan bakar 2400 liter per hari.

Namun perusahaan pelayaran masih meragukan kehandalannya. Karena dunia pelayaran sangat mementingkan jadwal. Pelayaran seperti ini meskipun moderen masih sangat tergantung angin dan kondisi alam.

foto: http://www.popularmechanics.com/outdoors/boating/4235055.html

Powered by ScribeFire.

Written by wijoseno

January 21, 2008 at 11:07 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: