Asal Omong, Ya?!

Yang bener, nih?

Pedagang menolak Carrefour di Pluit

leave a comment »

Begitu judul di KOMPAS selasa 8 Juli 2008  di hal 25 kolom METROPOLITAN

Sekitar seribu pedagang pasar tradisional Muara Karang dan Pluit, Jakarta Utara, berunujuk rasa di depan Kantor Pusat Carrefour di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.

Hm,…

Pasar tradisional dan pasar moderen sedang berebut pembeli. Karena jarak pasar tradisional dan pasar modern ini hanya 1,5 kilometer.

Pasar moderen memang serba bersih, nyaman, dan mungkin saja lebih murah karena modalnya besar.

Pasar tradisonal memang becek, kotor, kurang nyaman, tetapi banyak keluarga yang dihidupi juga dari pasar kotor dan becek ini.

Walaupun di pasar bersih dan nyaman tadi juga banyak menyerap tenaga kerja juga. Tetapi coba dihitung-hitung lagi…

Memangnya enggak sayang menggusur pasar tradisional? Apa yang boleh menikmati keuntungan hanya pedagang besar saja yang bisa membuat pasar yang indah, bersih,dan berAC.

Kalau saling menghormati keberadaan masing-masing kayaknya bisa aja hidup saling mengisi dan berdampingan.

Tapi ya jangan terlalu dekat berdampingannya…

Written by wijoseno

July 8, 2008 at 3:22 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: