Asal Omong, Ya?!

Yang bener, nih?

Sepatu Bola

with one comment

Cirikhas sepatu bola hingga saat ini adalah stud atau ada yang menyebutnya cleat alias “sepul” atau paku yaitu tonjolan di bawah sol sepatu. Tujuannya untuk kestabilan dan agar pemain tidak mudah terpeleset di lapangan rumput. Sepatu bola dibuat dari bermacam variasi kulit, tetapi awalnya kulit kangguru paling sering dijadikan pilihan.

Menurut aturan asosiasi sepakbola, mengenai peraturan permainan. Pada aturan ke 4:kelengkapan pemain adalah termasuk sepatu bola. Aturan ini berlaku hingga tahun 1891, sepatu bola dilarang menggunakan sol atau hak. Aturan ini pada tahun yang sama direvisi dengan diperbolehkan bar (batang) dan stud (paku). Asalkan keduanya dibuat dari kulit, dan panjangnya tidak boleh lebih dari setengah inchi. Dan dipasang sambil dibungkus kulit. Stud harus dibuat membulat, tidak boleh kerucut ataupun runcing dan diameternya tidak lebih dari satu inchi. Sehingga pada jaman itu, pemain bola biasanya memiliki beberapa pasang sepatu sesuai dengan cuaca lapangan permainan.

Pada pertengahan tahun 1950an Adidas mengenaikan sistem sekerup untuk stud. Yang bisa diganti-ganti terbuat dari plastik atau karet disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Bicara mengenai bobot, sepatu bola pada awalnya sangat berat, karena sepatu ini melindungi sampai pergelangan kaki atau mata kaki. Bentuk ini yang menjadi standar di bagian Utara Eropa selama beberapa tahun. Sedangkan di Eropa Selatan dan Amerika bagian Selatan lebih mengenal sepatu bola yang tidak perlu melindungi angkel. Sehingga bobot sepatu jauh lebih ringan. Dan, kemudian model ini menjadi model standar hingga saat ini.

Sepatu bola yang tergolong paling mutakhir hingga saat ini adalah T90 Laser II buatan Nike. Penggunaan tali sepatu yang tersembunyi dan terintegrasi memperluas bidang sepatu yang bersentuhan dengan bola. Kelebihannya pemain dapat lebih akurat mengontrol bola dengan akurat. Teknologi tali sepatu V-Twin lacing ini, memaksimalkan pemain striker untuk menendang bola, kekuatan tendangan bola bisa dilakukan secara maksimal.

Bahan sepatu T90 ini dari kulit Teijin synthetic leather, melindungi kaki pemain dan menjaga suhu kaki sesuai dengan suhu di luar selama kurang lebih 90 menit. Sehingga kaki tidak kepanasan atau pengap. Meskipun sepatu ini tahan air dengan teknologi eVENT membrane kaki tetap masih bisa bernafas dan tetap kering.

Kekerasan sol sepatu T90 yang sangat baik, membuat stabil posisi kaki ketika menendang bola. Stud atau cleat disusun secara individual personal, sehingga didapat cengkeraman yang optimal. Termasuk menciptakan kenyamanan di kaki pemakainya.
Sehingga kalau sepatunya sudah canggih, tinggal pemainnya yang mengimbangi kecanggihan sepatu bolanya…

Sepatu bola dari masa ke masa
Tahun 1526
Sepatu bola konon pertama kali dibuat pada jaman raja Henry VIII di Inggris. Ketika itu di tahun 1526 raja Henry memesan baju kebesaran, diantara baju-baju kebesaran itu kerajaan juga membelanjakan 45 pasang sepatu beludru dan 1 pasang sepatu bola yang terbuat dari kulit. Sayang, semua sepatu termasuk cikal bakal sepatu bola ini tidak diketahui keberadaannya hingga sekarang.
Sepatu bola jaman raja Henry VIII ini dibuat oleh seorang pembuat sepatu bernama Cornelius Johnson di tahun 1525, seharga 4 shillings, setara dengan 100 Poundsterling saat ini atau setara Rp. 1.671.400. Bahan sepatu bola dibuat dari kulit yang keras, tinggi sepatu ini melebihi pergelangan atau mata kaki sehingga bobot sepatu bola pertama ini lebih berat daripada sepatu biasa.
Tahun 1800an
Inilah awal mula bentuk sepatu bola yang sekarang. Karena pada sepatu yang terbuat dari kulit, sol sepatu atau alas sepatunya diberi paku baja. Berfungsi agar pemain tidak terpeleset dan untuk menjaga kestabilan.
Kemudian dibuat aturan supaya paku baja dibuat tumpul demi keamanan. Paku baja itu kini sebutannya cleat, yang ditanam di sol sepatu.
Tahun 1900-1940
Bentuk sepatu bola mulai lebih pasti dan tak berubah mulai dari tahun 1900 sampai akhir PD II. Di tahun ini muncul beberapa produsen sepatu bola seperti Gola(1905), Valsport (1920) dan pembuat sepatu dari Denmark, Hummel(1923).
Hingga di Jerman juga muncul Dassler bersaudara yaitu Adolf dan Rudolf yang membangun Gebruder Dassler Schuhfabrik (Dassler Brother Shoe Factory) di Herzogenaurach tahun 1924 dan mulai memproduksi sepatu bola tahun 1925 yang memiliki 6 atau 7 paku/cleat yang bisa dipindah-pindah. Bertujuan untuk menyesuaikan cuaca ketika bermain.
Tahun 1940-1960
Bobot sepatu semakin enteng, tak hanya sekedar sepatu. Fungsi sepatu mulai difokuskan untuk menendang dan kontrol bola.
Tahun 1948, perusahaan Adidas yang dipimpin Adolf (Adi) Dassler berseteru dengan saudaranya Rudolf . hal ini menjadi peletak dasar persaingan dalam produksi sepatu bola hingga sekarang. Rudolf membangun pabrik sepatu Puma tahun 1948, kemudian ia memproduksi sepatu bola Puma Atom. Memperkenalkan teknologi cleat pertama yang bisa diganti-ganti yang terbuat dari plastik atau karet. Teknologi ini sebenarnya yang memulai Puma di awal tahun 1950, tetapi karya ini juga diklaim sebagai milik Adidas.
Pada waktu itu sepatu bola masih dibuat di atas mata kaki atau pergelangan kaki. Materialnya berupa gabungan kulit dan bahan sintetis. Penggabungan bahan sepatu ini yang membuat bobot sepatu bola menjadi lebih enteng.
Tahun 1970
Tahun 1970 adalah jaman keemasan pesepak bola asal Brasil yaitu Pele dengan sepatu Puma King. Selama dekade ini awal mula pabrik sepatu mensponsori pemain. Setiap pemain dibayar dan harus memakai satu merek sepatu. Perkembangan disain sepatu bola juga mulai berkembang, bobot semakin ringan, warna semakin beragam, termasuk pertama kali warna sepatu bola yang seluruhnya putih.
Di tahun 1979 Adidas memproduksi sepatu bola yang sangat laris, yaitu Copa Mundial. Bahan sepatu dibuat dari kulit kangguru, untuk kecepatan dan kelincahan. Meskipun Adidas dominan memimpin pasar, beberapa produsen sepatu bola tetap bersaing memperebutkan pasar termasuk dengan munculnya merek Diadora (1977) dari seorang pembuat sepatu asal Italia.
Tahun 1980
Perkembangan yang cukup besar dalam dunia sepatu bola ketika Craig Johnson mantan pesepakbola di tahun 80an mendisain sepatu bola. Bernama Predator yang diproduksi Adidas tahun 1990. Kelebihan sepatu bola ini adalah traksi(gaya tarik/cengkeraman) antara sepatu dengan bola, juga sepatu dengan lapangan sangat baik.
Tak hanya itu, sepatu Predator ini memiliki “sweet spot” alias bagian sepatu yang bisa membuat bola melengkung ketika di tendang melambung di udara (tendangan pisang). Tahun 1985 produsen sepatu Inggris, Umbro mulai memproduksi sepatu bola. Begitu jugadi tahun 1982 produsen sepatu Lotto (Italia) dan Kelme (Spanyol)memproduksi sepatu bola.
Tahun 1990
Tahun 1994, Adidas Predator mengalami pengembangan terutama pada cleat yang tidak berwujud paku-paku lagi. Sol sepatu juga dibuat lebih fleksibel, dengan bahan polimer. Kemudian cleat dibentuk langsung dari sol berupa bilah seperti pisau. Disain ini membuat pemain lebih stabil. Tahun 1995 Adidas mengeluarkan teknologi cleat yang seperti pisau dan meruncing ujungnya ini.
Tahun 1996 produsen Puma mengenalkan Puma Cell Technology, yaitu sepatu yang tanpa memakai busa (foam free). Perkembangan yang mencolok adalah ketika Nike mengeluarkan sepatu bola Nike Mercurial (1998) yang beratnya hanya 200 gram.
Sumber: Footy-boots.com/bimo

Written by wijoseno

September 24, 2008 at 10:27 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] Sepatu Bola Tas sepatu bola | toko olah raga, Product information tas sepatu bola. bisa muat 2 pasang sepatu bola. modelnya bisa ditenteng bisa tali selempang bisa dikecilin. terbuat bahan. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: