Asal Omong, Ya?!

Yang bener, nih?

Mengingini Rusunami

leave a comment »

Mengingini rusunami
Di suatu sore Bagas karyawan menengah di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, ayah seorang bocah lima tahun bernama Tomi, tengah berbincang dengan istrinya Ratri di beranda rumah kontrakan mereka. Pasangan muda ini ingin sekali memiliki sebuah rumah sederhana dengan harga terjangkau.
“Ma…mama, ke sini sebentar, deh. Ini ada brosur rusunami bersubsidi. Harganya terjangkau dan bisa dicicil,” ujar Bagas mantap. “Hm, rumah susun ya? Tapi aku kepingin rumah yang ada tanahnya, kalau bisa Pa…,supaya Tomi bisa bebas bermain,” timpal Ratri.
Diskusi sore itu mulai menghangat karena Bagas dan Ratri dengan seru menimbang-nimbang untung rugi antara membeli perumahan di pinggir kota atau membeli rusunami bersubsidi dari brosur tadi. Rusunami adalah rumah susun sederhana milik. Yaitu bangunan bertingkat dibangun dalam satu lingkungan tempat hunian. Dilengkapi wc, dapur yang menyatu dengan unit atau bersifat publik (dipakai bersama). Rusunami dapat dimiliki melalui kredit kepemilikan rumah dengan subsidi maupun tanpa subsidi. Memiliki rentang harga 86 juta hingga harga maksimal 144 juta rupiah. Luas unit minimal 21 meter persegi. Maksimal 36 meter persegi.
Menurut sudut pandang Ratri, ia lebih merasa nyaman jika membeli rumah tinggal yang bersentuhan langsung dengan tanah. Alasannya, ketika membuka pintu rumah pertama kali bisa langsung tercium bau aroma tanah. Apalagi ketika hujan pertama di siang hari yang terik. Juga di tempat itu bisa untuk bercocok tanam, Tomi buah hati mereka bisa bermain dengan bebas. Tetapi perumahan yang demikian tidak murah. Jika ada yang terjangkau, lokasinya di pinggiran kota, jauh dari tempat kerja Bagas.
Mengapa rusunami
Rasanya perlu dipikir berkali-kali kalau membeli rumah di pinggiran kota Jakarta. Sebab, pagi buta Bagas harus sudah bangun, bersiap-siap pergi ke kantor, lantas mengarungi kemacetan lalu lintas. Apalagi jarak yang tempuh bisa mencapai 30-80 km, paling tidak membutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Sore hari mengulang lagi ritual kepadatan lalu lintas jam pulang kantor. Betapa melelahkan. Jika berpikir secara global, efek samping dari gaya hidup komuter ini pun secara tak sadar menambah kekalutan kondisi kemacetan lalu lintas. Memperparah polusi, juga boros bahan bakar.
Padahal dulu, tinggal di pinggiran kota terasa murah. Tetapi saat ini, hidup di pinggir kota Jakarta bisa menjadi lebih mahal. Biaya hidup menjadi lebih mahal, karena biaya transportasi membengkak. Kondisi kesehatan juga menurun. Ini disebabkan karena letih mengarungi lalu lintas, akhirnya sambil menunggu leganya jalan raya, sering makan minum asal sembarang di warung pinggir jalan.
Menurut Bagas, jika memilih rusunami, ia bisa mengirit biaya transportasi, mungkin cukup berjalan kaki ke kantor. Tak perlu membeli motor atau mobil, apalagi mengeluarkan biaya pajak kendaraan bermotor setiap tahun alias pajak STNK. Jika memang perlu bepergian jauh, mereka bisa menggunakan transportasi umum, angkot, busway atau kereta rel listrik misalnya. Hitung-hitung mereka juga ikut serta mengurangi polusi dan kemacetan lalu lintas. Keuntungan lainnya, pengeluaran untuk makan, bisa saja ia makan di rumah. Selain itu, rusunami juga dekat dengan berbagai fasilitas, seperti sekolah, rumah sakit, mal, juga sport club, atau lokasi wisata. Hanya tinggal bagaimana membiasakan diri untuk tinggal di gedung tinggi. Misalnya tidak boleh melihara binatang, dan agak sulit menjemur pakaian karena ruang yang terbatas. “Benar juga ya…Pa,” angguk Ratri.
Jaman terus berganti, perkembangan juga tak henti. Kebutuhan akan kehadiran rumah susun termasuk juga apartemen tak terelak lagi. Sebab tanah di bumi ini tak pernah bertambah, sedangkan manusia terus bertambah. Harapannya, jangan sampai merusak alam lagi demi hunian. Apalagi mengeringkan sawah, menutup resapan air, danau, sungai, pantai untuk pemukiman penduduk.
Idealnya, dengan dibangunnya rusunami termasuk ikut melestarikan alam. Pemukiman tak perlu merangsek ke pinggir kota lebih jauh lagi. Cukup di tengah kota saja. Dengan tata kota yang lebih teratur dan rapi dengan pembangunan rusunami menciptakan hunian lebih hijau, hemat energi, hemat material bahan bangunan, dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Rusunami irit sekali dalam menggunakan lahan untuk membangun, bayangkan dalam satu tower atau menara bisa dibangun ratusan unit hingga ribuan unit. Rusunami yang baik jelas memperluas resapan air, juga mengefektifkan penggunaan moda transportasi umum.
Perlu dukungan
Gagasan membangun rumah susun terutama di kota-kota besar muncul dari wakil presiden HM Jusuf Kalla. Menurut beliau, rumah susun adalah terobosan nyata mengatasi masalah sempitnya lahan untuk area hunian, tanpa perlu membabat hutan, mengeringkan sawah, dan menutup area resapan air. Termasuk juga lalu lintas Jakarta yang semakin macet setiap harinya. Sehingga boros dalam penggunaan energi. Ia pun mencanangkan program 10.000 menara rumah susun di seluruh kota besar di Indonesia. Singkatnya, rumah susun adalah wujud nyata menghemat lahan untuk hunian, hemat energi, dan menjaga kelestarian alam. Sayangnya niat baik ini belum didukung penuh. “Saya sudah berkali-kali meminta lahan negara, tetapi tidak dapat juga. Padahal, kita tahu sendiri rakyat kecil sangat membutuhkan tempat bernaung bernama rumah,” ujar Kalla.
Kebutuhan rumah untuk tempat tinggal sesungguhnya hak setiap manusia yang tak kenal kaya atau miskin. Pengguna rusun kadang tidak tepat sasaran. Rusunami yang berlokasi strategis, dipastikan cepat laku terjual karena bernilai investasi tinggi. Sehingga yang benar-benar membutuhkan rumah sering tidak kebagian, kalah oleh orang berduit yang doyan berinvestasi. Untungnya, harga sudah dipatok pemerintah. Sehingga agak sulit untuk menaikan harga jual bagi para spekulan yang tidak peduli pengentasan kemiskinan lewat kepemilikan rusunami.
Meskipun rumah susun ditujukan untuk masyarakat bawah, pembanguan rusunami harus tetap sesuai dengan standar. Jangan sampai spesifikasi bangunan tidak memenuhi kriteria dasar. Untuk menekan biaya semurah mungkin, kualitas bahan bangunan dikurangi, kamar tidak memiliki jendela, jumlah kamar yang terlalu padat, koridor bangunan terlalu sempit, sehingga tidak nyaman untuk dihuni. Apalagi hingga membahayakan.
Semoga harapan Bagas, Ratri, dan si kecil Tomi untuk menghuni rusunami idaman yang nyaman dan layak huni bisa terwujud.

Inbok
Pemerintah mencanangkan 1000 rusunami untuk rakyat. Bisa jadi nantinya akan dibangun ratusan tower rusunami di kota-kota besar di Indonesia. Ukuran luas per unit minimal 21 meter persegi. Maksimal 36 meter persegi. Dengan 1-2 kamar tidur, 1 kamar mandi, sisanya ruang tamu, ruang dapur yang tanpa sekat.
Saat ini ada kurang lebih 40 lokasi rusunami di Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Kebanyakan telah menyediakan fasilitas air, listrik, kebersihan, lift, lahan parkir yang cukup tanpa basement, kolam renang, jogging track, dan keamanan. Dengan biaya mantenance fee per bulan antara puluhan hingga ratusan ribu.
Berikut ini beberapa contoh rusunami yang sedang dan akan dibangun di wilayah DKI. (Dikutip dari situs http://www.rusunami.net/database)
1. Apartemen / Rusunami Kelapa Gading (Gading Nias Residence)
Pengembang : PT. Tiara Metropolitan Jaya (REI) (Agung Podomoro Group)
Luas Tanah : 4 ha
Jumlah Menara / Tower : 14
Jumlah Unit : 6097
Kantor Pemasaran : Jl. Raya mediterania blok CA no.1 kelapa gading 14240
Telepon : 4515803 / 08561149169

2. Apartemen / Rusunami Pulo Gebang (Sentra Timur Residence)
Pengembang : PT. Bakrieland Tbk. dan Perumnas
Luas Tanah : 2.8 ha
Jumlah Menara / Tower : 11
Jumlah Unit : 4500
Telepon : 9809086

3. Apartemen / Rusunami Cengkareng (City Park)
Pengembang : Perum Perumnas dan PT. Reka Rumanda Agung Abadi (REI)
Luas Tanah : 3,7 ha
Jumlah Menara / Tower : 10
Jumlah Unit : 3146
Kantor Pemasaran : Jl. Raya kapuk cengkareng jakarta barat
Telepon : 08128268689 / 02168160607

4. Apartemen / Rusunami Daan Mogot KM14 (Crown Eksekutif Apartment)
Pengembang : PT. Crown Porcelain (Aperasi)
Luas Tanah : 3,02 ha
Jumlah Menara / Tower : 8
Jumlah Unit : 3250
Kantor Pemasaran : PT. Crown Porcelain Gedung Menara Eksekutif Jl. MH. Thamrin Kav.9 No.16
Nomor Telepon : 021-3902209 fax 3902250

5. Apartemen / Rusunami Ciledug (Gateway)
Pengembang : PT. Binakarya Jaya Abadi
Luas Tanah : 0,74 ha
Jumlah Menara / Tower : 1
Jumlah Unit : 1000
Kantor Pemasaran : Jl. Ciledug raya no.15 jakarta selatan 12270
Telepon : 71111686 / 71111696

6. Apartemen / Rusunami Kebagusan (Kebagusan City)
Pengembang : PT. Perdana Gapuraprima (REI)
Luas Tanah : 10 ha
Jumlah Menara / Tower : 5
Jumlah Unit : 1918
Nomor Telpon : 53664882 / 081310907156

7. Apartemen / Rusunami Cawang (Apartemen Menara Cawang)
Pengembang : PT. Cawang Housing Dev. (REI)
Luas Tanah : 0,5 ha
Jumlah Menara / Tower : 1
Jumlah Unit : 714
Kantor : Jl. Ampera raya no. 62 jakarta selatan
Telepon : 78845905

Tips memilih rusunami
1. Demi kenyamanan dan kesehatan. Perhatikan kamar-kamar memiliki jendela atau tidak.
2. Koridor bangunan terlalu sempit atau tidak, sehingga agak sulit untuk membawa barang.
3. Lubang sirkulasi minimal satu persen dari luas bangunan.
4. Lebar selasar minimal 120 cm.
5. Kualitas pengerjaan bangunan rapi atau tidak, antisipasi apakah ada kebocoran wc, tembok yang rembes atau tidak.
6. Adakah parkir yang cukup, tempat jemuran, tempat pembuangan sampah, sistem alarm, jaringan listrik, fasilitas telepon, dan air bersih.
7. Apakah jumlah kamar terlalu padat dalam satu menara.
8. Rumah susun dibangun di lahan resapan air atau bukan. Atau lahan yang dibangun selalu digenangi air alias banjir.
9. Cermati dan kenali pengembangnya. Bisa ditelusur keanggotaan pengembang pada asosiasi pengembang seperti REI dan APERSI.
10. Perhatikan juga aspek legalitas. Diantaranya ijin prinsip, surat ijin penggunaan peruntukan tanah (SIPPT), surat ijin mendirikan bangunan (IMB). Jika surat-surat tersebut lengkap ada itikad baik pengembang.
11. Perhatikan apakah lokasi rusunami mudah dijangkau. Lokasi strategis menjadi pertimbangan yang utama dalam membeli rusunami. Dekat tempat kerja, pasar, sekolah, rumah sakit, dll.
12. Harga sesuaikan dengan kemampuan.
13. Spesifikasi bangunan harus sesuai dengan apa yang ditawarkan di brosur.
14. After sales service biasanya bergaransi 3 bulan setelah terima kunci. Perhatikan secara cermat klausul pada surat perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). Pelajari hak dan kewajiban antara konsumen dan pengembang.
Inbok
Ada beberapa syarat untuk mendapatkan rusunami:
1. Penghasilan maksimal 4,5 juta per bulan. Sehingga tidak dikenakan pajak pertambahan nilai atau ppn 10 persen. Bagi yang berpenghasilan lebih dari 4,5 juta per bulan, boleh membeli rusunami tetapi dikenakan pajak 10 persen.
2. Merupakan rumah pertama dibuktikan oleh surat pengantar dari kelurahan sesuai domisili KTP.
3. Memiliki NPWP.
4. Perorangan dibayar secara kredit.
5. Ditempati pembeli.
6. Tidak boleh dijual selama 5 tahun, tetapi disewakan boleh.
Ilustrasi pembelian rusunami
Puri Park View Apartment berlokasi di Jl Pesanggrahan(Samping SMUN 112), Meruya Utara, Jakarta Barat, 11620. Menawarkan 5 tower rusunami 20 lantai, tiap lantainya terdapat 46 unit, dengan luas unit 22 meter persegi dengan 1 kamar tidur seharga , Rp 121.000.000 dan Rp 124.000.000. Juga menawarkan unit seluas 35 dan 36 meter persegi dengan harga Rp 144.000.000. Sedangkan yang tidak bersubsidi dengan luas sama 22-36 meter persegi dari seharga Rp 133.100.000 hingga Rp 158.400.000.
Apartemen bersubsidi seharga Rp121.000.000, pembayarannya dilakukan bertahap. Down Payment (DP)pertama 20 % yaitu Rp 4.034.000 (dicicil 6 kali), sehingga total DP menjadi Rp 24.200.000.
Sisa pembayaran masih 80% yaitu Rp 96.800.000 yang bisa dibayar dengan Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) bank BTN. Jika mengambil angsuran 10 tahun setiap bulannya membayar Rp 1.546.489, kalau mengambil angsuran 15 tahun cukup membayar Rp 1.313.326. Sebelumnya untuk meminang rusunami ini perlu membayar booking fee Rp 1000.000.

Tak jauh dari Puri Park View ada Belmont Residence, Kebon Jeruk. Bukan rusunami tetapi apartemen non subsidi yang harganya mirip dengan rusunami dengan luas lokasi 2,5 hektar.
Menawarkan unit termurah seharga Rp 153.636.000 dengan luas 21.77 meter persegi satu kamar tidur. Plus PPN 10% menjadi Rp 168.999.600. Jika tertarik Anda perlu menyediakan booking fee Rp 2.500.000. Pola pembayarannya bisa dilakukan dengan hard cash, 16 kali cicilan, atau dengan kredit kepemilikan apartemen. Silakan pilih mana yang cocok buat Anda.

Written by wijoseno

August 19, 2009 at 3:34 am

Posted in Uncategorized

Tagged with

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: